Kehadiran seorang bayi tentu membawa
kehangatan dan kebahagiaan di rumah Anda. Seiring dengan itu, tanggung
jawab dan kerepotan setiap pasangan, terutama bunda, semakin bertambah.
Dari mulai menyusui, memandikan, menidurkan, memberi prasarana dan
sarana bagi kenyamanan dan keamanan bayi, sampai juga mempersiapkan masa
depannya.
Beberapa waktu lalu, bayi mulai diberi
makanan padat ketika berusia 4 bulan. Namun, merujuk kepada standar WHO
(World Health Organization), disarankan agar bayi baru mulai diberi
makanan padat setelah usianya menginjak 6 bulan. Mengapa?
Ada
beberapa alasan mengapa pemberian makanan padat ditunda. Menurut Dr.
William Sears dalam bukunya The Baby Book, di bulan-bulan awal, bayi
memiliki refleks ‘penolakan lidah’ yang menyebabkan lidah secara
otomatis menjulur ke luar saat ada sesuatu ditaruh di atasnya.
Hal
ini merupakan refleks proteksi terhadap kemungkinan tersedak makanan
padat yang diberikan terlalu awal. Antara usia 4-6 bulan, refleks ini
menurun. Juga, sebelum bayi berusia 6 bulan, sebagian bayi belum
memiliki koordinasi gerakan lidah dan menelan yang baik untuk makanan
padat.
Bukan saja bagian atas pencernaan bayi tidak
dirancang untuk makanan padat yang diberikan terlalu awal, tapi begitu
pula halnya dengan usus bayi. Ususnya belum matang, tidak dilengkapi
kemampuan untuk menangani berbagai macam makanan sampai ia mencapai usia
6 bulan, saat enzim pencernaan mulai bekerja.
Teristimewa
bila bayi menderita alergi. Riset membuktikan bahwa pemberian makanan
padat yang dimulai sebelum bayi berusia 6 bulan akan meningkatkan risiko
alergi. Usus yang telah matang akan mengeluarkan immunoglobulin protein
IgA, yang melapisi usus dan mencegah lewatnya protein allergen yang
berbahaya (susu sapi, gandum, dan kacang kedelai adalah contoh umum dari makanan yang menyebabkan alergi bila diberikan terlalu dini).
Bayi
dikatakan siap makan bila ia mulai meraih makanan di dekat piring Anda
atau siapa pun yang berada di dekatnya. Mungkin saja ia akan berusaha
merebut sendok makan, memandang bundanya dengan mimik lapar, dan membuka
mulutnya lebar-lebar saat orang lain sedang menyuap.
Untuk
makanan padat yang pertama, sangat disarankan agar Anda menyeleksi
dengan ketat makanan yang akan diberikan. Mulailah dengan makanan padat
yang paling tidak menimbulkan alergi, dan yang cita rasanya mirip dengan
ASI. Contoh-contoh makanan padat pertama yang paling disukai adalah
pisang matang yang dilumatkan, atau seral yang dicampur dengan ASI atau
susu formula.
Makanan yang paling mungkin menimbulkan alergi adalah:
1. kelapa 9. tomat
2. selai kacang 10. kacang-kacangan
3. buncis 11. kulit ikan
4. gandum 12. daging babi
5. produk-olahan-berbahan-susu 13. kedelai
6. gula 14. jagung
7. cokelat 15. putih telur
8. buah-buahan asam
Sedangkan makanan yang paling tidak mungkin menimbulkan alergi adalah:
1. apel 11. pepaya
2. mangga 12. kismis
3. avokad 13. daging ayam
4. brokoli 14. ikan salmon
5. kurma 15. madu
6. labu 16. kentang manis
7. daging kambing 17. gandum
8. daging lembu muda 18. beras
9. selada 19. wortel
10. asparagus 20. anggur
sumber: http://abielbabyshop.com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar